Melantjong Petjinan Soerabaia – Klenteng Boen Bio

Melantjong Petjinan Soerabaia – Klenteng Boen Bio

Papan Nama Klenteng Boen Bio Surabaya di Jl. Kapasan Surabaya

Setelah postingan bakcangan, lanjut lagi mengenai kisah klenteng Boen Bio. Awalnya klenteng ini ada di posisi belakang klenteng yang berdiri sekarang. Boen Bio ini punya cirri khas kalau literature luar artinya temple literature. Di dunia cuman ada 3 yang seperti Boen Bio yakni di kota asli tempat Konghucu lahir di Tiongkok, Jepang, dan Indonesia. Perlu di ketahui Klenteng ini sudah berusia 114 tahun. dan di belakang persis klenteng ini terdapat sekolah tionghoa jaman dahulu kala yakni Sekolah Tiong Hoa Hwee Koan Surabaya atau sekarang dikenal dengan TK Tripusaka. Posisi klenteng ini berada di Jl. Kapasan Surabaya dekat dengan pasar kapasan dan kya-kya kembang jepun Surabaya.

Salah 3 pintu dari 5 pintu masuk Klenteng Boen Bio Surabaya

Plakat yang ada tepat di atas altar sembahyang merupakan plakat asli dari raja tiongkok untuk membuktikan Klenteng Boen Bio ini adalah tempat peribadatan. Tulisan plakat di atas ini berartikan “Berkumandang ke Selatan” (Sen Diau Nan Cing) dimana aliran konghucu mengalir ke selatan Tiongkok.

Papan Sen Diau Nan Cing yang diberikan raja Tiongkok jaman dahulu terpajang di klenteng ini

Ciri unik di klenteng Boen Bio tidak adanya patung seperti halnya klenteng yang beraliran Tri Dharma tetapi disini menggunakan Shinci, yaitu papan tulisan yang dipuja adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak ada altar (Yu Lau) atau altar Tuhan Yang Maha Esa (Thien Di Ren) seperti di klenteng lainnya.

 

Hanya ada satu meja altar beribadah di Klenteng Boen Bio Surabaya di Jl. Kapasan Surabaya

Ada 2 aturan yang mengatur dalam ajaran Konghucu :

  • Thien Dau, yakni atuan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan
  • Ren Dau, yakni aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia

Dijelaskan juga oleh perwakilan majelis agama konghucu di klenteng ini bahwasanya dalam ajaran Konghucu juga diajarkan untuk menajaga lingkungan, aturan pemilihan pohon mana yang dapat ditebang, ikan tidak boleh di panen setiap hari dan pembuatan jaring yang tidak boleh mengenakan anak-anakya juga dalam jaring.

 

Naga di atap Boen Bio Surabaya

Nabi Konghucu lahir di tahun 551 sebelum masehi, penanggalan imlek tahun pertama. Kalau di penanggalan umum berarti 2000 + 551 maka menjadi tahun 2551 dalam kalender cina.

Nabi Konghucu lahir di keluarga perwira di jaman Jun Jiu (musim semi dan musim rontok), dimana pada masa itu banyak Negara yang tumbuh besar dan hancur. Awalnya sebelum Konghucu dilahirkan, orangtua Konghu tidak memiliki anak laki-laki karena 9 saudaranya perempuan semua dan ada 1 laki namun memiliki kaki yang cacat. Akhirnya ibunda dari Konghu berdoa di gunung Nisan agar diberi anak laki-laki.

 

Mendengarkan penjelasan ukiran dinding dengan batu marmer mengenai sejarah klenteng ini

Kalau diperhatikan di penutup meja sembahyang di klenteng Boen Bio ini terdapat binatang berkaki 4, bersisik dan mirip seperti naga serta memiliki tanduk di kepalanya ini disebut kirin. Saat Konghucu lahir ada 2 ekor naga yang mengelilingi rumah dan suara music yang merdu dimainkan oleh para dewa.

Konghu sendiri memiliki nama asli yaitu Tiong Ni, Ni diambil dari gunung Nisan, tempat ibunda Konghu sembahyang. Terdapat 49 tanda menakjubkan di tubuh Konghu yang menandakan bukan orang sembarangan. Di usia 19 tahun beliau menikah dan memiliki 1 anak, kerajaan member hadiah Ikan Li (Ikan Gurami). Di Usia 56 tahun mengembara.

 

Penjelasan Majelis Konghucu di Klenteng Boen Bioe mengenai filosofi dalam klenteng ini   

Kembali lagi ke sejarah klenteng Boen Bio, terdapat 2 pilar naga yaitu Tiong Si (Tepa Selira) sesama manusia harus bertenggang rasa.

Saat memasuki klenteng ini terdapat 4 anak tangga yang mengartikan :

  • Belajar
  • Di Dunia ini tidak mudah kekal ada saatnya pulang
  • Membersihkan pikiran dan kebersihan hati
  • Pada akhirnya kita akan pulang ke Tuhan YME

Pada ajaran Konghucu di aplikasikan dalam bangunan klenteng. 5 pintu yang ada menjadi pintu gerbang klenteng Boen Bio seperti halnya panca indra :

  • Cinta kasih
  • Kebenaran dan keadilan
  • Susila
  • Bijaksana
  • Dapat dipercaya

Hidup di dunia ini harus seimbang. Melihat yin dan yang dari klenteng dapat dilihat dari singa yang menjaga, di kiri perempuan dan di kanan laki.

Terdapat 6 pasang singa di klenteng ini, 1 pasang di depan, 1 pasang di belakang, 4 pasang di atap dimana 4 ini merupakan arah mata angin.

 

Untuk setiap memperingati ulang tahun nabi Konghu selalu diadakan wayang kulit oleh warga belakang klenteng, hal ini sudah menjadi tradisi dan tidak pernah dilanggar oleh penduduk setempat. Kenapa tidak boleh dilanggar ? ternyata kalau dilanggar warga percaya jika dilanggar maka akan terjadi musibah yang menimpa warga. Percaya tidak percaya terserah anda :p saya share apa yang saya ketahui. Ikuti juga kisah melantjong saya selanjutnya πŸ™‚

 

 

SHEPHERD

Hai Ericovamili, mulai saat ini saya juga akan membagikan berkat rohani bagi rekan-rekan semua, kali ini sebuah pengalaman nyata dari rekan saya Mery Christiani yang mau membagikan cerita pengalamanya untuk saya dan anda semua. Semoga anda terinspirasi dan bertambah pengetahuan anda sehingga menjadi lebih bijaksana dalam kehidupan anda πŸ™‚

Minggu kemarin di gereja kami menyanyikan lagu….mmm, apa ya judulnya? Lupa! Pokoknya dangdut. Cukuup…lucu (I like anything new & different though). Fery A. Pahan, yang katanya Nancy “seandainya dia 10th lebih muda pasti bisa jadi World Idol”, pun belum tentu bisa se-dangdut itu. Anehnya, saya membayangkan Haris, Nancy, Nila, singer yang mukanya mirip Vera, dan Hellana lagi joget-joget Mirotic di depan menggantikan choir. Honestly, plus pak Rahmat dan Hendra. Haha!

Anyway…. karena tiba-tiba Hendra muncul dalam imajinasi joget-joget Mirotic dan kebetulan tiga kursi di samping saya kosong, saya jadi ingat statement-nya yang dulu: “kursi2 menuju jalan kebenaran, kok jarang yang mau ya? Coba lek XXI pasti bek.”
Man, simple truth!
Pernah nggak kita berpikir barangkali justru kita sendirilah yang membuat orang lain menolak pesan salib.

Dua tahun yang lalu, seseorang yang sejak dulu diragukan orientasi seksualnya, akhirnya mengaku pada Pendeta bahwa dia penyuka sesama jenis. Harapannya sederhana, dia ingin dibantu, didoakan, whatsoever. Sayangnya bukan itu yang didapat, dia malah ditampar dan diusir dari gereja supaya tidak mempengaruhi pemuda lainnya. Beberapa orang meyakini bahwa ia telah kerasukan roh homoseksual. Saya tidak memahami dunia roh, tetapi menampar sekaligus mengusir orang yang meminta pertolongan tidak bisa dibenarkan.

Akhir tahun 2008 (seingat saya bulan November) pemerintah California mengesahkan Proposition 8 yang isinya kembali menentang pernikahan sejenis. Cerita lainnya adalah jemaat gereja Mormon yang saat itu mendukung dana untuk “YES on Prop.8” dan katanya terkenal diskriminatif terhadap LGBT, akhirnya setuju untuk mendukung aturan non-diskriminatif terhadap LGBT. Hal ini disebabkan pihak LGBT selalu berdiskusi dengan pihak gereja.

Jika ditanya tentang hal-hal dalam kehidupan ini yang terlalu dibesar-besarkan oleh mayoritas orang, saya akan menjawab demikian:

(1) Kepintaran.
Orang-orang terlalu mengagungkan kepintaran. Kepintaran memang penting, tapi tidak begitu penting jika dibandingkan dengan kebaikan hati. Lihat apa yang dilakukan kepintaran pada bumi dan moral kita sekarang. Dunia ini membutuhkan hati yang murni.

(2) Agama.
Pada tahun 1970’an muncul slogan yang menjadi populer hingga saat ini. It’s not about religion, but relationship with God. Sebenarnya berapa banyak orang yang memakai slogan ini dan mengerti artinya? Apapun agamanya, yang terpenting adalah hubungan kita secara pribadi dengan Allah. Well, it’s not exactly like that. Justru agamalah yang menyebarkan pemikiran tentang hubungan dengan pribadi Kristus. Agama memperkuat konsep bahwa Allah berhubungan secara langsung dengan kita. Tanpa kerangka agama, hubungan dengan Allah menjadi tidak berarti. It’s not about religion, but relationship with God. Religion yang dimaksud di sini bukan Kristen atau Katolik, tapi pada rutinitas mingguan, pergi ke gereja, menyanyikan puji-pujian, memberi perpuluhan, dan mendengarkan Firman Tuhan.

Diluar konteks makna slogan tersebut, agama yang merupakan prinsip kepercayaan kepada Tuhan terkadang membuat kita mendiskriminasikan golongan tertentu karena adanya nilai-nilai yang tidak dapat diterima dan dipercaya oleh sistem yang ketat. Sesama pengikut Kristus pun kadang-kadang saling menyikut.

Tuhan menerima manusia melalui kasih karunia. Love God and love your neighbor. Allah menghendaki kasih dari semua orang. Dalam Kristus, yang diperhitungkan adalah iman yang bekerja oleh kasih melalui tindakan saling melayani. (baca 1Kor.10:31-33)

Suatu saat nanti, jika ada yang bertanya kenapa kursi itu kosong, kita akan menjawab: karena mereka telah menjadi penjala manusia. Seperti yang kami doakan tiap kali perjamuan kudus: “menjadi kepala, tidak menjadi ekor”. Gereja yang bertumbuh melipatgandakan pemimpin. Selamat datang di negeri sejuta pemimpin!

PS: A+ untuk Hillsong United yang judulnya Soon dan Timbaland feat Katy Perry yang If we ever meet again.

*LGBT : Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender