Cara Mengetahui Kadar Gula Darah Rendah

Hipoglikemi adalah istilah medis untuk kadar gula rendah yang biasa terjadi pada penderita diabetes. Keadaan tersebut bisa saja terjadi ketika penderita diabetes berusaha keras menjaga kadar gula darahnya.

Sebuah Asosiasi Diabetes di Amerika Serikat mengatakan hipoglikemi tidak dapat dicegah tetapi bisa diatasi jika mengetahui tanda-tandanya seperti berikut ini:

1. Berkeringat atau mulai pucat.
2. Merasa pening atau gemetar
3. Sakit kepala
4. Merasa lapar
5. Memperlihatkan kemurungan atau kebiasaan yang cepat berubah
6. Bergerak canggung atau kikuk
7. Mengalami kejang
8. Terlihat bingung atau bermasalah dengan konsentrasi
9. Rasa geli di sekitar mulut.

Tips Puasa Penderita Diabetes

Banyak kaum muslimin penderita diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa, meskipun mereka terlepas dari kewajiban itu bila kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan. Mengingat setiap penderita diabetes memiliki derajat penyakit yang berbeda-beda, pertanyaan apakah seorang diabetesi boleh berpuasa seringkali menjadi dilema yang dihadapi para ulama dan dokter.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Clinical and Experimental Hypertension edisi Juli 2008 menunjukkan bahwa penderita diabetes yang terkelola dengan baik dapat berpuasa dengan aman. Berikut adalah beberapa pedoman bagi seorang diabetesi, apakah sebaiknya berpuasa:

Dapat berpuasa dengan aman bila:

  • telah meminta saran dokter mengenai kondisi kesehatan dan mendapatkan obat-obatan yang sesuai selama berpuasa.
  • dapat mengendalikan diri tidak mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan pada saat berbuka dan sahur.

Sebaiknya tidak berpuasa bila:

  • Diabetes tidak terkelola dengan baik.
  • memiliki komplikasi diabetes serius seperti penyakit jantung atau hipertensi.
  • sedang hamil atau menyusui.
  • memerlukan pengawasan atau perawatan harian (seperti pada lansia atau mereka yang memiliki masalah kesadaran atau pemahaman).
  • sedang sakit dengan kondisi temporer seperti flu dan lainnya yang cukup berat.
  • memiliki riwayat diabetik ketoasidosis (kedaruratan yang terjadi saat gula darah tidak tersedia sebagai sumber tenaga sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai penggantinya) atau rentan pingsan karena hipoglikemi.

Beberapa tips berpuasa bagi penderita diabetes:

  • Mintalah saran dokter sebelum dan selama berpuasa, karena mereka mungkin akan mengubah atau mengganti obat yang harus dikonsumsi.
  • Jangan menghentikan pengobatan, tetapi dosis dan waktunya harus disesuaikan dengan waktu berpuasa.
  • Usahakan untuk menambah porsi makanan yang lambat dicerna seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah segera setelah berbuka.
  • Usahakan untuk makan sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak/subuh, bukannya di tengah malam. Hal ini akan membuat gula darah lebih terjaga selama masa berpuasa.
  • Pantaulah kadar gula darah secara ketat, misalnya tiga jam setelah berbuka atau sebelum makan sahur dan di siang hari. Hasil pengukuran dapat menunjukkan bagaimana tubuh beradaptasi terhadap rutinitas baru.
  • Minumlah banyak air putih tawar di malam hari. Kurangi konsumsi teh dan kopi karena cenderung merangsang keluarnya air seni sehingga memicu dehidrasi di siang hari.
  • Bila mengalami gejala kadar gula rendah (hipoglikemi) seperti berkeringat, gelisah, gemetar, lemah atau bingung, sebaiknya segera berbuka dengan minuman bergula yang diikuti makanan kaya karbohidrat.
  • Setelah Ramadhan, kunjungi dokter untuk memastikan kadar gula darah terkelola dengan baik dan apakah obat-obatan yang diberikan perlu disesuaikan kembali.

Selamat berpuasa, tetap bergerak  dan tetaplah sehat

Sumber: Majalah Kesehatan (Agustus 2012)

Pelesir Pecinan Surabaya Edisi Suroboyan

Pelesir Pecinan Surabaya Edisi Suroboyan

Halo Temen-temen 😀 yuk kita jalan-jalan keliling Surabaya bersama komunitas Jejak Petjinan…!!!

Versi bahasa Suroboyoan bisa dibaca di sini: https://www.facebook.com/notes/jejak-petjinan/pelesir-pecinan-surabaya-edisi-suroboyoan/463344053684164

Nah kalo pas bulan Ramadhan gini, pelancongan ya sudah sepantasnya dicocok-cocokkan dengan tempat-tempat yang ada hubungannya dengan Islam,

Lho, lho, nanti dulu deh, memangnya lu pikir orang-orang sipit itu tidak ada yang muslim ya? Weleh-weleh ketinggalan berita deh kamyu. Lha situ belum pernah ke masjid Cheng Ho sih ya. Hah? Sapa pula si Cheng Ho itu? Hwadoh, kalo gitu lu pasti belum pernah mengunjungi kelenteng yang ada tradisi ritual sembahyang Jumat legi tiap bulan? E lho.. ada ya? kelenteng kok njawani gitu. ck..ck…ck…cck…

Nah makanya, sekarang lu bakal diajak mengenal sisa-sisa peninggalan Cheng Ho yang ada di Surabaya. Ooooo… ada ya? Lho, jangan salah, jejak-jejak Cheng Ho itu tersebar di seluruh Indonesia lho, gak cuma di Semarang aja.

Jadi, kalo lu-lu pade tertarik dan pengen tau lebih banyak tentang tetangganya pecinan dan gini-gitunya jejak Cheng Ho di kota Surabaya ini, yok rame-rame ikutan acara ‘Pelesir Pecinan Surabaya’. Ngumpulnya pelesir di jl Bibis no.3. Dari Bibis naik bemo ke Demak, abis gitu langsung menuju ke Ampel kemudian ngumpul di masjid Cheng Ho, makan malam bersama sebelum kembali ke Bibis atau bubar pulang sendiri-sendiri. Seru banget kan???

Masih mikir-mikir? Udah deh, daftar aja, yok rame-rame ikutan acara ‘Pelesir Pecinan Surabaya’. Jangan kuatir pelantjongan dipandu guide yang fasih banget lho…!!! Ayo cepet-cepet daftar rame-rame, jangan sampe ketinggalan ya…!!!

Pendaftaran bakal ditutup hari kamis 26 Juli 2012 malam. Kalau mo gabung, jangan lupa tulis biodata singkat dan nomer HP yang bisa dikontak, juga bisa kirim email atau pesan via Facebook. https://www.facebook.com/events/443848365646679/

 

Berikut info lengkapnya:

Waktu : Minggu, 29 Juli 2012

Jam : 13.30-19.00 wib (makan malam disediakan)

Lokasi : jalan Bibis* – Demak – Ampel – Gading – Bibis

Biaya : Rp 110.000,- (sudah termasuk tajjil, makan malam, air mineral, nametag, pin)

*Dapatkan harga khusus untuk anggota dengan menunjukkan 3 pin MPS yang berbeda atau nomer kartu anggota

 

Kontak : Maya (08123047311 atau jejakpetjinan@gmail.com)

 

13.30-14.00 Berkumpul di Bibis no 3

14.45-15.15 Kelenteng Sam Poo Sing Bio

15.30-16.30 Kawasan masjid Ampel

16.45-17.30 Masjid Cheng Ho

17.30-18.30 Bukapuasa & makan malam di kantin masjid Cheng Ho

19.00- kembali ke Bibis no 3

 

Kerpekan acara :

Pukul 13.30-14.00

Berkumpul di Bibis no 3

Pendaftaran ulang

Pembukaan, Sinopsis Perjalanan & Peraturan

Jual topi Jejak Petjinan dan buku-buku yang berkaitan dengan Cheng-Ho dan muslim Tionghoa.

 

Pukul 14.45 – 15.15

Kelenteng Sam Poo Sing Bio, jl. Demak

Peserta akan mendengar cerita mengenai kelenteng ini yang terkenal dengan nama Mbah Ratu dan melihat peninggalan Cheng Ho di sini.

 

Pukul 15.30 – 16.30

Kawasan masjid Ampel

Disini peserta diajak mendengar cerita bagaimana asal mula kawasan ini, dan cerita di balik masjid Ampel.

 

Pukul 16.45 – 17.30

Masjid Cheng Ho, jl. Gading

Peserta akan mendengar cerita mengenai sejarah masjid Cheng Ho.

 

Pukul 17.30 – 18.30

Kantin masjid Cheng Ho

Disini kita akan memberikan kesempatan kepada peserta yang berpuasa untuk berbuka puasa, sambil makan malam bersama.

 

Pukul 19.00

Pengumuman pemenang kuesioner dan acara berakhir.

 

Ketentuan dan Cara daftar:

1. Minta nomer pendaftaran dengan cara email jejakpetjinan@gmail.com atau sms/telp ke 08123047311

2. Setelah Anda dapat nomer urut, yang disertai dengan info no. rek, diminta untuk transfer sesuai dengan instruksi yang diterima. Misalnya dapat nomer urut 12, maka diminta untuk transfer sebesar 110.012. Ini supaya kami tahu peserta dengan nomer urut berapa yang sudah bayar.

3. Pendaftaran ditutup hari Kamis malam, tanggal 26 Juli 2012 tepat tengah malam, peserta yang sudah dapat nomer urut namun sampai penutupan belum transfer dianggap batal.

4. Uang pendaftaran yang sudah ditransfer tidak dapat dikembalikan, namun bisa digantikan orang lain.

5. Peserta acara ini tidak diasuransikan.

6. Peserta diwajibkan memakai pakaian yang tertutup dan sopan, (perempuan perlu membawa kain/syal untuk kerudung) untuk memudahkan proses masuk masjid dan makam.

Bagi perempuan yang sedang haid, tidak dianjurkan untuk ikut, karena tidak akan boleh masuk masjid.

 

*Pelesir Pecinan Surabaya adalah hasil adaptasi Melantjong Petjinan Soerabaya, sebuah wisata budaya yang memberikan gambaran umum tentang pecinan Surabaya, yang lebih ditujukan untuk pendatang dari luar kota Surabaya dan dapat dikemas sesuai permintaan dan kebutuhan wisatawan.

Dengan ikut berpartisipasi dalam Pelesir Pecinan Surabaya, berarti Anda telah mendukung usaha penggalangan dana Komunitas Jejak Petjinan dalam melestarikan dan mempublikasikan budaya Tionghoa di Indonesia, sebagai bagian dari bangsa Indonesia dengan menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan semangat pluralisme.