Hunting ke Museum Santet

Hunting ke Museum Santet

Karena jiwa sosial yang belum tersalurkan akhirnya saya dan Para Pahlawan melanjutkan perjuangan kita ke Museum Kesehatan atau dikenal dengan Museum Santet yang terletak di jalan Indrapura Surabaya.Biaya tiket masuk dikenakan Rp.1500.

Begitu masuk ruangan kita sudah bertemu dengan gajah simbol Ganesha,kebetulan bang gajah juga ikut fotolah dia bersama patung Ganesha yang berbentuk gajah.Disini terbagi ke dalam beberapa ruang-ruangan menspesifikan jenis-jenis koleksi yang di pajang. Nah di ruangan teknologi ini saya berkesempatan berfoto dengan motor kuno. di belakang saya juga terdapat Data Recorder yang digunakan menyimpan data, Repro foto dari negative film menjadi A4 (Alat ini ukuranya besra banget, hampir seukuran lemari baju @.@) , laptop IBM yang kuno sekali (jaman saya belum ada di bumi ini hahaha :p )

Dilanjutkan ke ruangan selanjutnya terdapat tempat duduk khusus untuk melahirkan dimana di tengah-tengah tempat duduk ini ada semacam lemari yang digunakan untuk menahan atau sebagai tatak’an bayi yang dilahirkan, peralatan, atau darah. Terdapat juga celana anti perkosaan (untuk wanita) dan di lemari sebelahnya perlatan yang digunakan untuk aborsi, kontrasepsi.

Ruangan lainnya juga terdapat sejarah pengobatan dari sisi religi atau agama,rokok yang diguanakn jaman dahulu, binatang yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu.Ada juga jelangkung dan permainan mistik2 lain yang digunakan untuk bertanya kepada makhluk halus sebagai pengobatan jika penyakit tidak diketahui. pada ruangan santet pun juga ditunjukan rontgen dimana terlihat paku-paku yang tertanam dalam tubuh. Mainan anak-anak yang digunakan jaman dahulu dan masih banyak lagi yang dapat anda temui disini.

Di dalam museum ini kita bisa tahu mengenai kesehatan-kesehatan, penyakit, perlatan yang digunakan di bidang kedokteran. jadi dengan kunjungan kita di Museum ini kita dapat menambah pengetahuan mengenai bidang kesehatan yang selama ini mungkin kita tidak tahu, contohnya perlatan KB.

Kunjungan anda tidak bakal mengecewakan karena di Museum ini kita menyerap banyak pengalaman dan pengetahuan serta hal2 yang sulit di dapatkan di luar.


Bang Gajah Berpose dengan temannya :p


Laptop IBM Lawas


Saya sendiri sedang memamerkan motor jaman bahuela


Data Recorder yang digunakan untuk menyimpan data (ukuranya masih sebesar lemari)


Celana dan rok anti perkosa untuk perempuan


Jas yang digunakan kedokteran masa lampau


Kursi yang digunakan dalam proses melahirkan jaman dulu


Jelangkung

Aksi Sosial Donor Darah

Aksi Sosial Donor Darah

Dalam rangka aksi pundi amal SCTV yang di adakan di Royal Plasa Surabaya pukul 11.00 Siang, Para Pahlawan Surabaya termasuk saya (hihihi ;p) berkesempatan untuk memberikan setetes darah bagi sesama yang membutuhkan darah.Acara dihadiri oleh artis-artis yang tidak saya kenal >,<..

Acara ini berlangsung dengan bekerjasama dengan PMI. Ramai sekali penuh dengan desakan manusia yang berebut melihat idola mereka. Kerumunan orang pun tak terhindarkan, sampai susah jalan ke daerah sekitar. Antrian panjang para pendonor bagikan ular melungker-lungker. Akhirnya beserta dengan rekan2 Pahlawan mau tidak mau masuk lah ke dalam antrian ular tersebut. Dengan semangat 45 biarpun antrian panjang kita tetap lalui huehehe :p tubuh yang lemas akibat berangkat dari kota Udang yang entah kenapa begitu macet dan panas sekali pada hari itu (kuduga para CJH yang sedang mengurus atau gimana, didukung jam pulang anak sekolah). Sang Bos cempluk menjadi Pahlawan (wew..makasih bos) memberikan minuman dan snack pelepas dahaga

:::gambar snack

Setelah beberapa menit mengantri seperti ular, panitia dari penyelenggara meminta maaf karena kantung darah telah penuh dan kelebihan stok darah karena di luar dugaan yang mendonor bakal membludak. Antrian belakang tempat kami berular-ularan bubar sudah. Kecewalah kami 🙁 Tetapi antrian depan masih bertahan padahal kantung darah telah habis. Dilanjutkan dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan di Royal, tiba-tiba masyrakat pendonor protes sudah mengantri lama-lama ternyata tidak dianggap (diduga belum diinformasikan bahwa kantung darah habis), beberapa pihak dari pendonor protes kepada panitia. Memang agak mengecewakan karena pihak panitia yang mungkin menurut saya kurang koordinasi dan lahan yang mungkin saya pikir kecil jadi fans-fans berebut tempat jadi jalan untuk alu lalang susah untuk dilalui.