Review Mi Mapan Rungkut

Review Mi Mapan Rungkut

Halo Ericovamili kembali lagi dengan hunting kuliner saya 🙂

berdasarkan rekomendasi dari rekan kuliner saya Inijie dalam reviewnya menggugah selera kemauan saya untuk meluncur ke lokasi untuk eksekusi di siang hari setelah pengerjaan tugas Sistem Informasi Manufaktur *.*

Untuk lokasi Mi Mapan Rungkut yang tidak terlalu jauh dari kampus STIKOM Surabaya ini dapat ditempuh dalam waktu 15 menit. Terletak di Rungkut Mapan tengah I/FB11, posisinya samping masjid dan samping gereja. Jadi dari Gapura Perumahan Rungkut Mapan sebelah Yakaya lurus saja kemudian belok kiri, tenang saja ada palangnya Mi Mapan kok.

Suasana cukup ramai terutama di hari libur dan kebetulan juga saya datang di hari minggu bersama rekan saya Krisma Prakosa untuk rencana hunting makan ini.

Ehmmm dari segi rasa Mi yang dibuat Oke karena halus pipih tidak bulat dan kenyal, untuk bumbu terdapat micin (MSG). Pangsit Mi Ayam porsi jumbo seperti yang saya tunjukan di gambar seharga Rp.12.500 (menurut saya sih sedikit, apalagi porsi makan saya seperti kuli hahaha 😀 ) kemudian sepiring Gorengan Pangsit berisi 3 pangsit yang cukup besar seharga Rp.6.500. Untuk minuman yang kami pesan, Es Cao seharga Rp.4000 (puas menggunakan gelas besar jumbo) dan untuk semangkuk Es Campur seharga Rp.7000.

Silakan rekan-rekan skalian anda coba, ada juga cabangnya di Barata Jaya dekat hotel Narita atau depan Marcello Mobil, oh ya di Mi Mapan ini juga menyediakan penyetan, namun yang menurut saya yang istimewa adalah Mi nya dan paling laris adalah mi nya 🙂

Analisa Score :

  • Kualitas : 9/10
  • Rasa : 8/10
  • Harga : 8/10
  • Kebersihan : 8/10
  • Pelayanan : 8/10
Jalan Jalan Mangrove Wonorejo

Jalan Jalan Mangrove Wonorejo


Perjalanan saya dan rekan-rekan fotografi dan pencinta kuliner Surabaya kembali berlanjut, dengan di usung part kedua oleh rekan kuliner Inijie yang mana mengadakan acara Jalan-Jalan Mangrove.

Hari libur yang seharusnya digunakan untuk beristirahat kami gunakan sebaik mungkin untuk jalan-jalan bersama dan hunting foto.Tidak lupa dengan rekan blogger evelyn yang juga cukup akrab juga dengan saya di dunia per-bloggeran.


Dilaksanakan pada jumat tanggal 26 februari 2010 lalu, berkumpul di depan STIKOM Surabaya. Berawal dari STIKOM kumpul setengah 7 pagi kemudian langsung di lanjutkan ke Hutan Mangrove Wonorejo belakang STIKOM Surabaya. Nampak perbedaan suasana yang tidak tandus dan gersang seperti padang pasir, karena setahun yang lalu saya dan teman-teman STIKOM menanam pohon mangrove suasana saat mau masuk ke dermaga sangat gersang namun sekarang banyak tumbuh-tumbuhan.

Biaya naik kapal untuk menyebrangi sungai menuju lokasi Mangrove cukup merogoh kocek Rp.20.000 dan untuk anak-anak cukup Rp.10.000. Anda akan memperoleh pinjaman vest pelampung orange saat menaiki kapal untuk menyeberangi sungai.


Di hutan mangrove ini lebih cocok untuk memang melihat pemandangan dan hunting foto karena lighting di pagi hari cukup bagus, alhasil hasil huntingan foto saya pun tidak mengecewakan meskipun saya tidak menggunakan SLR berkelas tinggi namun hanya Kodak C713.



Sekilas Tinta Infus Printer

Sekilas Tinta Infus Printer

Tinta infus yang di jual sekarang makin lama makin murah. Pemasangan paket modif printer kian menjamur di toko komputer, kenapa hal demikian terjadi ? disebabkan oleh kecenderungan pengguna yang ingin menggunakan printer dengan harga murah dan bagus.

Harga tinta asli yang disediakan vendor printer yang mahal membuat orang lebih memilih tinta infus, disamping harga tinta yang terjangkau (sekitar Rp.30.000 sudah bisa mendapatkan tinta 100cc) juga kita sebagai pengguna tidak perlu lagi berpelepotan untuk menyuntik maupun menteskan tinta pada ctaridge printer, cukup dengan mengisi pada tabung dari tinta modif.

Cara kerja tinta infus printer ini sama seperti infus pada peralatan medis. Hanya yang membedakan adalah ini menggunakan tinta sedangkan pada medis menggunakan cairan NaCl. Jika catridge printer lebih rendah dari tabung tinta maka tinta akan mengalir karena sifat tekanan dari tekanan tinggi ke rendah, menyebabkan kebocoran tinta. Oleh karena itu posisi peletakan juga mempengaruhi. Namun hal ini tidak selalu terjadi pada tinta modif/infus, ada juga printer modif yang mana tabung tinta di letakan di bawah posisi catridge juga dapat mengalir ke catridge, jadi disesuaikan saja dengan kebutuhan anda.

Tinta infus pun jangan sampai kehabisan tinta alam tabung tintanya. Jangan sampai kurang dari 1cm,kenapa ? Karena justru udara yang masuk tersedot juga oleh printer dan merusak catridge. Saya yang sudah berkali-kali ganti printer karena permasalahan head pada catridge sering mengalami kejadian seperti ini, akibat lupa melihat ketinggian tinta di tabung akhirnya head catrdige warna printer Canon IP18800 menjadi clogged dan head menjadi korosi. Sudah dilakukan dengan Head Cleaning dan Cleaning dengan cairan bening yang di khususkan untuk printerpun hasil warna tidak speenuhnya keluar semua.

Pihak vendor printer seperti Canon, Epson, Hp, Lexmark, dan lainnya sangat TIDAK menyarankan agar anda me-modif printer kenapa? Karena penggunaan modif printer merusak garansi dari printer itu sendiri. Oelh sebab itu berhati-hatilah dan rawatlah printer anda 🙂

Touring Baksos Madura

Touring Baksos Madura

Perjalanan saya kali ini bukan ikut tour melainkan dalam misi baksos bersama gabungan Lions Club Surabaya, dimana saya terlibat sebagai anggota dari Lions Club Surabaya Champion New Century. Perjalanan Baksos Minggu 31 Januari ini, dari Surabaya ke Madura melewati Suramadu tidak jauh dan mahal. Untuk naik sepeda motor cukup mengeluarkan Rp.3000 untuk sekali masuk,sedangkan mobil Rp.30.000. Perjalanan menempuh madura melewati Suramadu sekitar kurang lebih 15 menit.

Sesampainya di Madura perjalanan yang membuat saya kesasar untuk menuju Desa Bunajih yang letaknya ternyata putar balik dari jembatan atas setelah melewati tol madura.

Hunting foto sangat bagus dilakukan apalagi pemandangan yang masih natural dan alami banget cocok untuk pencinta fotografi selama perjalanan menuju lokasi.

Jalan menuju desa bunajih sebagai proyek kepedulian sosial memiliki medan yang cukup berat dilalui dengan mobil, untungnya perjalanan saya naik motor dari Surabaya :p.

Sesampainya di lokasi (Desa Bunjaih Madura) masyarakat yang sudah kumpul sangat antusias dan banyak sekali. Baksos yang dilakukan seperti : Pembagian kaca mata baca, pengobatan masal, akupuntur, pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan tata rias, pemberian makan gizi balita.

Acara yang di dukung oleh Bupati Madura, Lions Club, dan turut serta Leo Club ikut membantu berlangsungnya baksos disini.

Perjalanan pulang dilanjutkan dengan hunting makan, kali ini di Arudam Wisata Kuliner Madura. Menu yang saya coba tidak jauh beda dengan Soto Daging Madura di Surabaya untuk segi rasa dan warna kuahnya yang kuning. Disini bisa melihat view Suramadu dari sisi lain, perjalanan menuju pulang juga hunting foto di daerah pinggiran, view yang bagus-bagus untuk mencari Suramadu dari angle lain.

Permasalahan utama kota Surabaya adalah sampah juga menaungi daerah pinggir pantai disini, sangat disesalkan sampah dibiarkan begitu saja tidak peduli dengan dampak lingkungan yang terjadi apalagi di pinggir laut Madura.

Gathering Matanesia

Gathering Matanesia


Woro-woro di facebook dengan Invite yang dikirim oleh Mas Fahmi kepada saya untuk menghadiri “Gathering Matanesia” perkumpulan penghobi fotografi membuat saya dapat bertemu dengan para anggota dari Matanesia. Dari fotografer profesional seperti Mamuk Ismantoro dan Eric Ireng merupakan hal yang jarang bisa saya dapatkan dimana mereka berbagi cerita mengenai karya-karya mereka.
Acara berlangsung pukul 15.30 hari Jumat 29 Januari 2009 di Toko Buku Petra Togamas yang terletak di jalan pucang anom Surabaya. Namun berhubung saya ada perlu ini itu serta kehuajanan saya baru tiba di tempat pukul 16.20 WIB. Ternyata saya juga bertemu dengan rekan blogger yang lama tak jumpa dengan saya seperti Mas Angki yang makin lama makin subur hehehe 😀 Minat para fotografer dari pemula sampai senior pun nyemplung disini.

Antusiasme para yang baru datang seperti saya untuk bertanya juga dibilang antusias. Acara berakhir sampai pukul 18.00 waktu sholat magrib. Berhubung saya masih di Toga Mas akhirnya dilanjutkan dengan hunting Buku 🙂


Review Sambel Pecel Kemangi

Review Sambel Pecel Kemangi




“Bumbu pecel yang berbeda dengan bumbu pecel yang ada di pasaran dan patut anda coba”

Pecel sudah bukan lagi makanan bagi kaum pedesaan namun juga sudah menjadi tujuan utama pencinta kuliner kota-kota besar. Rasa dari pecel tidak dapat dipungkiri di pengaruhi bumbu yang terdapat pada pecel itu sendiri. Bumbu pecel dibuat dengan nguleg (bahasa jawa mengaduk mencapur jadi satu dan di remas-remas dengan cara ditekan dalam wadah/layah) bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bumbu berwarna coklat khas pecel. Hal yang lama dan membosankan dalam nguleg membuat bumbu pecel, namun jaman sekarang bumbu pecel sudah bisa dinikmati di pasar,toko,supermarket dalam kemasan yang siap diolah.

Memang bumbu pecel yang saya tahu tersedia sekarang dibagi dalam 2 kategori umum seperti asal murah namun tidak mengutamakan kualitas rasa dan yang kedua pada kualitas namun memang harga yang ditanggung agak lebih.

Berangkat dari permasalahan seperti itu serta cara pengemasan yang pada umumnya membuat pengguna yang ingin memasak bumbu pecel menjadi bau dan pliket berminyak di tangan. Sambel Pecel Kemangi ini memilih dalam kualitas rasa.

Digawangi sendiri oleh Aditya yang asli orang Blitar dalam peracikanya dengan bumbu-bumbu alami tidak main-main seperti kacang tuban yang dipilih kualitas baik serta gula merah blitar yang rasa nya tidak perlu diragukan lagi, bawang putih, terasi dan kompisisi lainnya yang dapat dilihat di kemasan.


Formula resep yang dibuat oleh Adit panggilan pemilik nama lengkap Aditya Pramudita Susilo ini berawal hobinya yang wisata kuliner pecel, yang mana berpengalaman dalam dunia rasa pecel tidak perlu diragukan lagi hingga dia menemukan racikan resep bumbu sendiri yang dinamakan “Sambel Pecel Kemangi” ini.

Selera untuk bumbu pecel sudah dipertimbangkan oleh Adit dengan dibedakanya menjadi 3 rasa selera : tidak pedas, sedang dan pedas. Hebatnya lagi harga yang di bandrol cukup Rp.49.500 untuk sekilonya *dapat 4 toples berukuran 250gr, sebanding dengan kualitas yang kita dapatkan. Bumbu pecel ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali. Jadi untuk penyimpanan di kulkas mampu tahan hingga 30 hari sedangkan tanpa pendingin bisa mencapai 7 hari.


Kenapa yang digunakan trademark kemangi?menjadi pertanyaan bagi saya pada adit. Adit mengaku kalau makan pecel identik dengan sayur dan pastinya kemangi sebagai toping, kemangi mudah di dengar dan diingat, makanan pecel tidak ada kemangi juga tidak lengkap rasanya. Namun pada bumbu ini tidak mengandung kemangi hanyalah trademark saja agar mudah diingat.


Sebuah konsekuensi yang harus ditanggung dalam memuaskan pelanggan tidak hanya dari cita rasa namun juga kualitas layanan. Feedback dari pembeli sangat diutamakan oleh Adit. Dengan motto yang dipegang oleh pemilik Bumbu Pecel Kemangi ini “make enjoy the food and smile” menjadi pedoman dalam kulitas cita rasa serta layanan dalam menjamu pemesanan konsumennya.

Analisa :

  • Rasa (9/10) : Berbeda dengan bumbu pecel lainnya dilihat dari sisi komposisi racikan
  • Packing (9/10) : menggunkan toples yang memudahkan untuk dibuka dan penyimpanan sehingga tidak bau saat disimpan.
  • Tekstur (8//10) : Lembut dan mudah saat dilarutkan dengan air.
  • Pelayanan (8/10) : Memuaskan untuk pelayanan pengiriman delivery dan respon cepat.


Info : Sambel Pecel Kemangi ini sudah memasok di berbagai kota di Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra.


Untuk bisa memesan silakan langsung kontak ke:
Aditya / 08179699188

Review Mibaba Mojokerto

Review Mibaba Mojokerto


Perjalanan mengunjungi salah satu keluarga yang berada di mojokerto tepatnya rumah sakit Emma Mojokerto, membuat saya menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu resto yang baru saja di buka yakni Mibaba (Mie-Bakwan-Bakso).

Berlokasi di ruko di Jl. Hos Cokroaminoto 35, lokasi parkir cukup luas untuk anda yang berkunjung menggunakan motor maupun mobil.

Suasana dekor minimalis modern membuat betah disini yang bisa menjadi tempat cangkrukan dengan harga yang tidak terlampau menguras kantong, dengan budget sekitar Rp.10.000 sudah bisa memesan semangkuk mie maupun bakso.

Keunggulan di Mibaba ini adalah bakwan Bakso terbuat daging sapi asli, tanpa pengawet & pengenyal dan emang terasa daging “nyesss” begitu dimakan.

Song Mie yang saya lahap pun, mie nya terbuat dari mie produksi sendiri terbuat dari terigu serta telur dan dijamin tanpa pengawet.

Kebetulan dalam kesempatan jelajah kuliner di Mojokerto ini saya memesan Song Mie, Bakso paket hotel *paket hotel = nama menu paketnya, dan 2 es teh manis. Kocek yang dikeluarkan setelah mendapat diskon cukup Rp. 23.700


Analisa :

  • Song Mi (8/10) : Tidak ada bahan pengawet dan kenyal, bumbu ok, jamur ok, sayuran ada 2 yakni sawi dan selada segar.
  • Bakso Hotel (9/10) : Maknyus baksonya. Dibuat dari daging asli.
  • Es Teh (8/10) : Manis cukupan, teh baru bukan teh bekas yang di pakai terus menerus (karena terasa dari aromanya)
  • Suasana (7/10) : Bersih dan terang, bisa untuk bisnis maupun belajar.
  • Pelayanan (7/10) : Standar resto untuk pelayanannya.


Sekedar info saja untuk anda yang berdomisili di daerah Mojokerto dan sekitarnya, mulai senin 28 Desember 2009 mendapatkan harga promo 15% *dengan syarat dan ketentuan berlaku.